Menurutnya, ajang ini merupakan bagian dari proses panjang untuk mencetak generasi emas yang kelak akan berjuang di Olimpiade.
“Persiapan harus maksimal. Kalian harus punya mimpi untuk jadi juara. Kalian ini dipersiapkan untuk jangka panjang, Olimpiade 2032–2036. Jadi harus benar-benar siap,” kata Erick.
Di cabang panahan, Erick mengingatkan pentingnya memahami sejarah olahraga. Menurutnya, kisah sukses masa lalu menjadi energi besar bagi atlet masa kini.
“Panahan masuk dalam salah satu cabang olahraga prioritas. Panahan punya sejarah bagus karena ada tiga srikandi yang berhasil meraih medali di Olimpiade. Bangsa yang besar harus kenal sejarah,” ujarnya.
Sementara di pemusatan latihan panjat tebing, Erick menekankan pengorbanan yang telah dilakukan atlet muda harus dijaga dengan disiplin.
“Kita pernah dapat emas Olimpiade, itu harus jadi tradisi. Kalian disiapkan untuk Olimpiade 2032. Pengorbanan ini jangan disia-siakan,” tegasnya.
Erick kemudian melanjutkan peninjauan ke cabang olahraga karate dan pencak silat. Ia kembali memberikan dorongan motivasi kepada atlet muda yang sedang mempersiapkan diri menuju kejuaraan internasional.
“Masih semangat ya, ini adalah bagian dari persiapan jangka panjang kita,” ucap Erick kepada para atlet.
Tim pencak silat Indonesia sendiri sedang fokus menuju Asian Junior Pencak Silat Championship 2025 di India pada September mendatang. Erick berharap para atlet dapat menorehkan prestasi membanggakan.
“Harapan kita adalah bisa meraih juara. Perjalanan masih panjang. Harus berjuang, tunjukkan fighting spirit, dan berikan yang terbaik. Kita komitmen memberikan yang terbaik,” tambahnya.


