Konflik Timur Tengah Memanas
Hingga Jumat sore, konflik di Timur Tengah terus meningkat dan kini memasuki pekan ketiga. Perang skala besar melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Pertempuran semakin intens pada akhir Februari setelah serangan udara menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Peristiwa tersebut memicu aksi balasan besar-besaran di berbagai wilayah.
Sejak saat itu, Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone ke wilayah Israel, terkadang berkoordinasi dengan kelompok militan Hezbollah. Serangan tersebut menghantam wilayah utara dan tengah Israel serta memaksa jutaan warga sipil berlindung di tempat perlindungan.
Israel kemudian membalas dengan serangan udara besar-besaran yang menargetkan berbagai lokasi di Teheran dan Beirut, termasuk posisi Hezbollah di Lebanon. Laporan terbaru juga menyebutkan adanya operasi darat baru di wilayah tersebut.
Konflik kini semakin meluas setelah Iran juga menargetkan sejumlah negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait, serta infrastruktur minyak Arab Saudi.
Serangan terhadap kapal tanker minyak serta penutupan jalur strategis Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga minyak dunia dan mengganggu jalur perdagangan internasional. Sementara itu, sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.


