Ia menjelaskan, Mimpi-Mimpi yang Kupelihara merupakan dokumentasi perjalanan hidup dan perjalanan kreatif yang merekam fase pembentukan karakter, pemikiran, serta pandangannya terhadap kehidupan sejak usia muda. Karena itu, penerbitan kembali buku ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk lebih dekat dengan dunia sastra dan menjadikan menulis sebagai sarana berekspresi sekaligus refleksi diri.
Sebagai Menteri Kebudayaan, Fadli Zon juga menegaskan pentingnya penguatan ekosistem sastra nasional melalui dukungan terhadap penulis, penyair, komunitas literasi, penerbit, dan berbagai ruang kreatif. Menurutnya, keberadaan ekosistem yang sehat akan melahirkan karya-karya berkualitas yang mampu memperkaya khazanah budaya Indonesia.
“Puisi dan sastra merupakan bagian penting dari kebudayaan kita. Melalui sastra, kita merawat bahasa, merekam perjalanan zaman, dan memperkaya perspektif kebangsaan. Oleh karena itu, penguatan ekosistem sastra harus menjadi bagian dari upaya memajukan kebudayaan Indonesia,” katanya.
Fadli berharap peluncuran kembali Mimpi-Mimpi yang Kupelihara tidak hanya menjadi refleksi perjalanan pribadinya, tetapi juga mampu mendorong minat baca, meningkatkan apresiasi terhadap sastra, serta menumbuhkan semangat berkarya di kalangan generasi muda. Ia meyakini bahwa semakin kuat ekosistem sastra Indonesia, semakin besar pula kontribusi kebudayaan dalam membangun karakter bangsa dan memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.|Sumber Kemenbud RI


