“Juga perlu kami tegaskan sekali lagi, beasiswa ini terbuka untuk semua alumni FHUI yang membutuhkan, tanpa syarat dukungan kepada calon ketua ILUNI UI tertentu,” ucap Fariz lagi.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa program beasiswa PKPA dari DPN Indonesia dan FHP Law School ini bukan kali pertama dilakukan.
Sejak beberapa tahun terakhir, Kami telah berulang kali menyalurkan bantuan serupa kepada mahasiswa maupun alumni muda FHUI.
Dengan demikian, jelas bahwa beasiswa ini adalah kelanjutan dari komitmen kepedulian, bukan program dadakan yang terkait pemilihan.
“Biarkan pihak-pihak lain sibuk memfitnah, insya Allah kita terus fokus untuk memperluas manfaat. Ini program untuk kebaikan, to give back. Tujuannya jelas, membantu akses pendidikan profesi bagi adik-adik alumni. Tidak ada embel-embel politik di dalamnya,” ujarnya lagi.
Nama calon Ketua Umum ILUNI UI, M. Pradana Indraputra sempat disebut dalam pemberitaan. Terkait hal itu, Faizal meluruskan bahwa peran Pradana hanya sebatas ‘enabler’ yang mendorong dirinya untuk berkontribusi nyata bagi alumni.
“Beasiswa ini dari saya, bukan dari Pradana. Dalam hal ini, Dana hanya mendorong agar saya ikut ambil bagian, dan saya secara pribadi bersimpati pada sosok Dana dan komitmennya untuk alumni, maka saya tergerak dan ikut berpartisipasi. Jadi, menuding program ini sebagai politik uang jelas keliru dan tendensius, terkhusus di momen masa tenang ini,” jelasnya.
Faizal juga menyayangkan narasi yang menggiring program sosial ini sebagai isu politik. Baginya, jika kontribusi nyata alumni dipersempit tafsirannya, maka semangat kebersamaan akan terciderai.


