Sementara itu, Adji salah satu suporter yang juga menunggu kepastian visa mengatakan kalau dirinya dan rombongan bahkan mencurigai ada unsur politis di balik tidak keluarnya visa tersebut. Ia menduga Australia khawatir suporter Indonesia hadir dalam jumlah besar di stadion dan memberikan tekanan mental kepada tim tuan rumah.
“Bisa saja ini politis. Mereka takut suporter Indonesia membludak di sana,” katanya.
Lebih lanjut, Adji juga mempertanyakan peran Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai induk federasi sepak bola di tanah air. Menurutnya, PSSI seharusnya bisa turun tangan membantu para suporter yang ingin mendukung langsung perjuangan Timnas di luar negeri.
“Harusnya PSSI peka dan membantu fans seperti kami. Ini pertandingan penting, dan kami datang bukan atas nama pribadi, tapi membawa semangat dukungan untuk Timnas. Tapi kami dibiarkan berjuang sendiri,” ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kedutaan Besar Australia terkait alasan penahanan visa para suporter asal Cilacap tersebut. PSSI pun belum memberikan tanggapan terkait permintaan bantuan dari fans Timnas.
Para suporter berharap ada kejelasan dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Mereka menegaskan bahwa mendukung Timnas di luar negeri adalah bentuk kecintaan pada sepak bola Indonesia yang seharusnya mendapat perhatian khusus.


