Gala premiere tersebut juga dihadiri berbagai tokoh perfilman dan pejabat, termasuk Ahmad Mahendra, yang mendampingi Menteri Kebudayaan. Momentum ini bukan sekadar perayaan sebuah film, melainkan simbol kolaborasi antara negara dan pelaku seni dalam mendorong kemajuan budaya.
Pada akhirnya, Para Perasuk hadir sebagai lebih dari tontonan. Ia menjadi pengingat bahwa film bisa menjadi medium penting untuk merawat ingatan kolektif, sekaligus memperkenalkan wajah budaya Indonesia ke panggung dunia. Di tengah derasnya arus globalisasi, karya seperti ini menjadi bukti bahwa akar tradisi tetap bisa tumbuh bahkan bersinar di layar lebar.[]


