“Narasumber akan menghadirkan perwakilan dari kementerian/lembaga terkait. Karena kita tahu bahwa kepariwisataan Indonesia tidak bisa lepas dari dukungan kementerian-kementerian terkait. Isu-isu mengenai tenaga kerja, keselamatan, pajak, pemasaran, konektivitas, semua ini juga ada di kementerian lain. Kemenparekraf ingin mendukung agar industri yang ada ini bisa tumbuh berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Rizki Handayani.
Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Hariyadi Sukamdani, menyambut baik hadirnya forum ini sebagai ruang untuk membahas berbagai upaya juga tantangan yang dihadapi industri pariwisata dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.
“Seperti isu tentang pengawasan dan penegakan regulasi pariwisata, ini juga kami tidak henti-hentinya selalu memberikan input untuk pemerintah daerah. Sebagai contoh sekarang di Bali begitu banyak bertumbuh vila dan ini termasuk out of radar, mereka (pengelola vila) tidak bayar pajak namun bisa melakukan aktivitas hingga akhirnya mengganggu dan membuat keresahan di kalangan masyarakat,” ujar Hariyadi.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf/Baparekraf, Syaifullah. (*/hw)


