Rifqi sendiri merasa nyaman berduet dengan seniornya. “Saya bisa bermain lebih tenang karena Christo memberi banyak arahan. Semoga kami bisa terus melangkah jauh di turnamen ini,” katanya.
Selain Christo/Rifqi, harapan Indonesia juga datang dari Ethan David Zapp yang berpasangan dengan petenis India, Anup Bangargi.
Mereka berhasil melangkah ke babak 16 besar setelah mengalahkan ganda India Ajay Malik/Yas Yadav melalui laga dramatis rubber set.
Set pertama, Zapp/Bangargi kalah 4-6. Namun, mereka bangkit di set kedua dan menang 6-3. Pertarungan harus ditentukan lewat super tie-break, di mana pasangan Indonesia-India tersebut mampu menjaga fokus untuk menutup laga dengan skor 10-7.
Nasib kurang beruntung dialami dua pasangan ganda Indonesia lainnya. Lucky Candra Kurniawan/Tegar Abdi Wibowo harus tersingkir setelah berjuang 1 jam 32 menit menghadapi Aggarwal/Aleshchev.
Mereka kalah dalam rubber set ketat, 2-6, 6-4, dan super tie-break 14-12.
Sementara itu, pasangan Renaldi Aqila Salim/Michael Dylan Jimenez (Singapura) juga harus angkat koper setelah dikalahkan ganda Portugal, Joao Graca/Diogo Moraes, dengan skor 6-4, 6-4.
Di sektor tunggal putra, Indonesia gagal menempatkan wakil ke perempat final. Rifqi Fitriadi yang berhadapan dengan unggulan kedua asal Inggris, Max Basing, kalah dua set langsung 6-3, 6-2 dalam laga berdurasi 1 jam 45 menit. Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Rifqi atas lawan yang sama.
Sementara itu, Lucky Candra Kurniawan yang tampil impresif sejak babak kualifikasi dengan meraih tiga kemenangan, harus terhenti di babak kedua. Ia kalah 4-6, 5-7 dari petenis Bulgaria, Alexander Klincharov.


