“Di malam puncak Hari Sumpah Pemuda nanti, semuanya dikemas dalam bentuk edukasi dan literasi, atraksi dan kompetisi, serta kolaborasi,” jelas Yohan.
Wamenpora Taufik Hidayat menegaskan seluruh pihak harus memastikan penyelenggaraan HSP 2025 berjalan lancar.
Menurutnya, peringatan HSP merupakan momentum penting yang harus memberi makna bagi generasi muda.
“Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun lalu di Taman Mini Indonesia Indah sudah bagus. Untuk tahun ini tentu juga harus sukses,” tegas Taufik yang turut didampingi Tenaga Ahli Bidang Komunikasi serta Tenaga Ahli Bidang Pelayanan Kepemudaan.
Ia juga menyoroti beberapa hal teknis yang perlu segera dipastikan, seperti ketersediaan anggaran, kelayakan lokasi dengan memperhatikan faktor keamanan dan cuaca, hingga desain logo resmi HSP 2025 yang akan disosialisasikan ke seluruh daerah.
“Persiapan teknis, termasuk logo dan identitas acara, harus segera ditentukan agar bisa dikampanyekan secara luas,” tambahnya.
Selain membahas persiapan HSP, rapat tersebut juga menyinggung program-program lain di bidang pelayanan kepemudaan.
Wamenpora Taufik menekankan bahwa seluruh agenda Kemenpora harus tetap berjalan meski saat ini posisi Menteri Pemuda dan Olahraga masih menunggu pengisian definitif.
Menurutnya, program yang telah diwariskan oleh Menpora sebelumnya tidak boleh terhenti. “Legasi yang ada harus terus dijalankan dan dilanjutkan sebagaimana mestinya,” ungkap Taufik.
Terpilihnya Palembang sebagai tuan rumah HSP 2025 menambah daftar panjang kota-kota di Indonesia yang pernah menjadi pusat peringatan hari bersejarah bagi pemuda.


