Korban: Prancis
Sebagai tim unggulan di Piala Dunia berformat 48 negara, Prancis seharusnya mendapatkan grup yang relatif mudah. Namun kenyataannya justru sebaliknya.
Norwegia adalah tim Pot 3 yang paling tidak diinginkan siapa pun—terutama karena keberadaan Erling Haaland. Tidak hanya itu, Prancis juga harus menghadapi Senegal, peringkat 19 dunia, yang tahun ini membongkar Inggris di laga uji coba.
Senegal juga pernah mengejutkan Prancis pada laga pembuka Piala Dunia 2002. Jika sejarah berulang di Amerika Serikat, Les Bleus berpotensi terancam tersingkir dini seperti di masa lalu.
Pemenang: Sisa “Generasi Emas” Belgia
Meski dianggap sudah habis, beberapa pilar “Generasi Emas” Belgia masih bertahan: Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, Axel Witsel, dan Thibaut Courtois.
Belgia memang tampil mengecewakan di kualifikasi—Jeremy Doku pun mengaku performa tim banyak di bawah standar. Namun secara kualitas, Belgia tetap unggul jauh atas pesaing di grup: Iran, Mesir, dan Selandia Baru.
Hanya Mesir yang berpotensi memberi perlawanan serius. Sisanya, Belgia seharusnya melaju mulus ke fase gugur.
Korban: Skotlandia
Skotlandia terakhir tampil di Piala Dunia pada 1998 dan saat itu berada satu grup dengan Brasil, Maroko, dan Norwegia. Kali ini, mereka kembali bertemu dua lawan yang sama kuatnya: Brasil dan Maroko.
Brasil memang tak sekuat era sebelumnya, tetapi di bawah Carlo Ancelotti, performa kembali meningkat. Ancelotti berpotensi memaksimalkan kualitas Vinicius Jr dan Rodrygo.
Maroko, semifinalis Piala Dunia 2022, kini sedang berada dalam 19 laga tanpa kekalahan dan tetap menjadi harapan terbesar Afrika untuk meraih kejayaan.
Skotlandia butuh performa heroik seperti saat menumbangkan Denmark di kualifikasi jika ingin melangkah ke babak 32 besar.


