1. Meningkatkan Prestasi Internasional – Menargetkan raihan medali di Youth Olympic 2026 serta kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
2. Memasyarakatkan Akuatik – Mendorong lebih banyak masyarakat, terutama anak-anak, untuk menguasai olahraga air, mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi besar dalam mencetak perenang berbakat.
3. Meningkatkan Kesejahteraan Atlet dan Pelatih – Memastikan kesejahteraan atlet, pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan agar perkembangan akuatik lebih berkelanjutan.
Selain itu, PB AI juga berambisi untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Akuatik pada 2029 atau 2030. “Indonesia akan melakukan bidding, karena kita memiliki fasilitas bertaraf internasional seperti Stadion Akuatik Gelora Bung Karno,” tambahnya.
Dalam Munas 2025, PB AI juga memperkenalkan inovasi terbaru dalam pengembangan olahraga akuatik, yaitu Akuatik Mobility Intelligence (AMI).
Teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) ini dikembangkan untuk meningkatkan database atlet, menganalisis performa, serta menyusun strategi pengembangan olahraga akuatik di Indonesia.
“AMI akan membantu kita dalam perencanaan strategis dan pengambilan keputusan berbasis data, sehingga kita bisa lebih prediktif dalam menyiapkan atlet menuju Olimpiade 2028 dan 2032,” jelas Anindya.
Dengan berbagai program dan inovasi yang dirancang, PB AI optimis dapat membawa cabang olahraga akuatik Indonesia ke level yang lebih tinggi di kancah internasional.
Bertepatan dengan HUT PB AI ke-74 juga menggelar Akuatik Award 2025.


