Ia juga meminta doa dan restu dari keluarga besar Wismoyo Arismunandar agar perjuangan membangun olahraga Indonesia dapat berjalan sesuai harapan.
“Kami semua berjuang untuk melanjutkan cita-cita beliau yang belum bisa dicapai pada waktu itu. Oleh karena itu kami mohon izin dan restu Ibu Wismoyo Arismunandar,” tegasnya.
Menurut Marciano, perjuangan membangun prestasi olahraga nasional sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada peningkatan prestasi olahraga Indonesia di tingkat dunia.
Ia menilai olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi representasi kemajuan dan kehormatan bangsa di mata internasional.
“Mari jadikan semangat beliau sebagai inspirasi untuk terus berjuang tanpa kenal lelah dan tidak pernah menyerah demi menjadikan olahraga sebagai pemersatu bangsa dan sumber kebanggaan Indonesia melalui prestasi,” lanjut Marciano.
Istri almarhum, Siti Hardjanti, menyampaikan apresiasi kepada KONI Pusat atas perhatian dan penghormatan yang diberikan kepada mendiang suaminya.
Ia menceritakan perjalanan Wismoyo Arismunandar saat memilih untuk memimpin KONI Pusat setelah pensiun dari militer.
Menurut Siti Hardjanti, saat itu pemerintah memberikan dua pilihan kepada Wismoyo, yakni menjadi Duta Besar atau Ketua Umum KONI Pusat.
Namun, almarhum memilih mengabdikan diri di dunia olahraga karena merasa jiwa kepemimpinannya lebih dekat dengan pembinaan atlet.
“Beliau seorang prajurit sejati. Dari kecil ingin menjadi prajurit. Ketika diberi pilihan menjadi Dubes atau Ketum KONI Pusat, beliau memilih KONI karena memimpin atlet hampir sama dengan memimpin prajurit, sama-sama berjuang demi nama bangsa,” ungkap Siti Hardjanti.


