Acara tahunan tersebut menjadi salah satu agenda paling dinantikan oleh para penggemar basket nasional karena mempertemukan para pemain terbaik dari berbagai klub IBL.
Pada edisi kali ini, penyelenggara memperkenalkan format baru yang memberikan peran lebih besar kepada penggemar.
Dalam sistem tersebut, fans dapat memberikan suara untuk memilih pemain favorit mereka melalui voting terbuka.
Dua pemain dengan jumlah suara terbanyak otomatis ditunjuk sebagai kapten tim dalam pertandingan utama All-Star.
Mereka kemudian memiliki hak untuk memilih pemain lain melalui mekanisme draft untuk membentuk tim masing-masing.
Hasil voting fans menempatkan Yudha Saputera di posisi pertama dengan jumlah suara terbanyak. Sementara posisi kedua ditempati oleh Andakara Prastawa Dhyaksa.
Dengan hasil tersebut, kedua pemain tersebut resmi menjadi kapten tim dalam laga utama IBL All-Star 2026.
“Dua pemain dengan voting tertinggi otomatis menjadi kapten. Kemarin Yudha peringkat pertama dan Prastawa kedua. Mereka kemudian melakukan draft untuk memilih pemain di timnya masing-masing,” jelas Junas.
Dalam format baru ini, masing-masing kapten akan memimpin tim yang terdiri dari 12 pemain. Komposisi tersebut termasuk tiga pemain asing yang juga dipilih melalui proses draft oleh kedua kapten.
Selain memilih pemain, kapten tim juga diberi kewenangan menentukan pelatih yang akan memimpin tim mereka dalam pertandingan All-Star.
Kebijakan ini menjadi inovasi baru yang diharapkan mampu menambah unsur strategi dan dinamika dalam laga ekshibisi tersebut.


