Perjalanan Panjang di Dunia Olahraga
Selain dikenal sebagai tokoh wushu, IGK Manila juga meninggalkan jejak panjang di dunia sepak bola Indonesia.
Ia pernah menjadi manajer Timnas Indonesia dan ikut berperan penting dalam meraih medali emas pada SEA Games 1991 di Manila.
Di level klub, kiprahnya pun tidak kalah gemilang. Almarhum berkontribusi dalam membawa Bandung Raya menjadi juara Liga Indonesia 1996.
Beberapa tahun berselang, ia sukses bersama Persija Jakarta yang tampil sebagai juara Liga Indonesia 2001.
Sejumlah kiprah itu menjadikan IGK Manila sebagai salah satu tokoh olahraga serbabisa, dengan pengaruh besar baik di tingkat nasional maupun internasional.
Bapak Wushu Indonesia
Julukan Bapak Wushu Indonesia disematkan bukan tanpa alasan. Awalnya, Manila mendapat mandat langsung dari Ketua Umum KONI Pusat kala itu, Jenderal Purn Surono Reksodimedjo.
Ia yang ketika itu menjabat sebagai wakil ketua kontingen Indonesia diminta menyiapkan cabang wushu untuk tampil di SEA Games 1993 Singapura.
Meski tidak memiliki latar belakang wushu, Manila bergerak cepat. Ia mencari informasi ke berbagai komunitas Tionghoa hingga mendapat dukungan dari Mediteransyah Masnadi, seorang pegiat Taichi.
Bersama Masnadi, ia mulai menyusun kepengurusan wushu Indonesia dan membangun komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Departemen Dalam Negeri (Depdagri) dan Menko Polkam Laksamana Sudomo.
Upaya kerasnya membuahkan hasil. Wushu Indonesia terbentuk sebagai organisasi resmi dan berkembang pesat.
Hanya dalam hitungan tahun, cabang olahraga ini menjadi salah satu penyumbang prestasi internasional untuk Indonesia.


