Trailernya pun penuh dengan kejutan, dari adegan absurd, dialog satir di lokasi persemayaman, sampai Gema yang bicara langsung ke penonton, seolah kita adalah satu-satunya tempat dia bisa cerita. Lucu, sedih, tapi juga bikin mikir. Film ini akan membawa kita pada sebuah cerita yang nggak disangka-sangka. Pertanyaan demi pertanyaan muncul, sebenarnya ada apa dengan Gema, usai kepergian sang ayah?
“Karakter Gema itu dekat banget sama banyak orang, canggung, kesepian, tapi pengin banget dianggap dan yang paling menantang justru saat harus ngobrol sama penonton lewat kamera, tapi tetap bikin penonton merasa relate, bukan sekadar gimmick. Banyak proses bareng Kristo yang membantu banget buat ngerasain ‘rasa’ Gema tanpa perlu over-acting,” ungkap Omara.
Mawar de Jongh Isi Original Soundtrack Bukan cuma berakting di TingNing, Mawar de Jongh juga menyanyikan lagu soundtrack berjudul Tinggal. Lagu yang ditulis langsung liriknya oleh Kristo Immanuel ini jadi bagian penting dari film, karena turut menghidupkan emosi yang tersimpan di balik komedi getir film TingNing.
Soundtrack ini merupakan hasil kolaborasi Imajinari dengan Trinity Optima Production, dan punya nuansa yang lembut tapi “ngena”, cocok banget dengan cerita Gema yang mencoba berdamai dengan dirinya sendiri dan dunia di sekitarnya. Original soundtrack ini dapat dinikmati di platform streaming Spotify dan Youtube Music.
Tunggu Update Serunya.
Kalau penasaran sama film yang “unik banget tapi masuk akal kalau dipikir-pikir”, TingNing adalah jawabannya. Penuh komedi, absurd, tapi jujur, karena kadang hidup memang segila itu.


