Program tersebut akan diperluas secara nasional tahun depan untuk mempermudah akses imunisasi anak serta memperkuat sistem pencegahan penyakit.
Pengawasan Diperkuat
Kemajuan juga dicapai dalam surveilans lumpuh layuh akut (AFP) melalui sistem deteksi dan pengujian sampel yang dinilai semakin sensitif. WHO bersama tim independen telah menilai respons KLB Indonesia melalui tiga tahap Outbreak Response Assessment (OBRA) sejak 2023, dan menyimpulkan kriteria keberhasilan telah terpenuhi.
Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat, Dr. Saia Ma’u Piukala, menilai capaian Indonesia memberi kontribusi signifikan bagi upaya global pemberantasan polio. “Suatu hari nanti, polio hanya tinggal sejarah. Sampai saat itu tiba, imunisasi harus terus dilanjutkan,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Mitra
Keberhasilan penanganan polio disebut tidak lepas dari dukungan lembaga internasional seperti WHO, UNICEF, UNDP, Clinton Health Access Initiative (CHAI), serta Rotary International.
Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, menegaskan pentingnya menjaga capaian ini. “Setiap anak berhak tumbuh sehat dan bebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” pungkasnya.


