“Melawan negara legenda sepak bola dunia tentunya menjadi pengalaman luar biasa bagi Garuda Muda. Mereka akan merasakan atmosfer pertandingan kelas dunia sejak dini, dan kami berharap pengalaman ini membangun mental serta kualitas permainan mereka ke level yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Erick meminta pelatih kepala Timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, beserta jajaran pelatih dan para pemain, untuk melakukan persiapan secara maksimal.
Ia menekankan pentingnya menjadikan ajang ini bukan hanya sebagai panggung kompetisi, melainkan juga etalase untuk menunjukkan potensi terbaik Indonesia kepada dunia.
“Laga menghadapi Brasil serta dua tim kuat lainnya bukan sekadar ujian, tetapi juga kesempatan emas untuk menunjukkan kepada dunia bahwa sepak bola Indonesia berada di jalur yang benar untuk berkembang lebih jauh,” tegasnya.
Piala Dunia U-17 FIFA 2025 akan menggunakan format baru, di mana jumlah peserta diperluas dari sebelumnya 24 tim menjadi 48 tim.
Hal ini membuat kompetisi menjadi lebih kompetitif dan memberikan lebih banyak negara kesempatan untuk berpartisipasi di ajang bergengsi tersebut.
Indonesia sendiri lolos ke Piala Dunia U-17 2025 setelah tampil impresif di kualifikasi Asia tahun lalu, menandai langkah maju bagi pembinaan sepak bola usia muda di Tanah Air.
Keikutsertaan Garuda Muda dalam turnamen ini juga menjadi bagian dari proyek jangka panjang PSSI untuk memperkuat fondasi tim nasional dari level usia dini hingga senior.
Pelatih Nova Arianto sebelumnya menyampaikan bahwa timnya siap untuk menghadapi tantangan apapun di Piala Dunia U-17.


