Ia menambahkan bahwa PP PKSI terus menjalin komunikasi dengan IKF Asia untuk memastikan dukungan moral serta rekomendasi bagi tim.
“Kita ingin teman-teman DKI juga merasakan kehadiran PP PKSI. Kita memberikan support, rekomendasi, dan dukungan moral,” jelasnya.
Pelatih kepala, Irma Amelya, mengungkapkan tim menjalani latihan intensif sebanyak lima kali seminggu.
“Karena di Korfball DKI sedang banyak regenerasi, banyak pemain junior. Semoga mendapatkan hasil maksimal,” ujarnya.
Indonesia juga melihat peluang besar menjadi tuan rumah di agenda IKF lainnya tahun depan.
“Berharap di 2026 korfball akan dipertandingkan di PON Pantai yang rencana akan diselenggarakan di Jakarta,” kata Adi.
Koni DKI memberikan bantuan untuk keberangkatan, akomodasi dan operasional tim.
“Alhamdulillah setiap kegiatan kami selalu disupport,” ujar Adi.
Indonesia berharap skuad baru yang solid dan konsisten dapat menorehkan perkembangan signifikan di panggung Asia, terutama setelah IKF Asia resmi diakui Komite Olimpiade Dunia.
Dengan tantangan berat di Grup B, Indonesia bertekad memanfaatkan momentum untuk memperbaiki peringkat serta membuka jalan menuju agenda internasional berikutnya.
“Kita sama-sama berdoa semoga hasilnya maksimal. Pool kita tidak mudah, tapi kita ingin mencatatkan prestasi terbaik untuk Indonesia dan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi tim pelatda DKI Jakarta guna berlaga di PON 2028 yang akan datang” tutup Adi.


