Hingga pertengahan 2025, PERSAMBI telah membentuk 33 pengurus daerah (PENGDA) di seluruh provinsi Indonesia, sebagai wujud nyata pembinaan akar rumput di berbagai wilayah.
Kejuaraan Dunia Sambo untuk kategori remaja dan junior ini menjadi momentum penting dalam program regenerasi atlet nasional.
Dengan digelarnya kejuaraan di dalam negeri, para atlet muda Indonesia mendapat akses untuk bersaing langsung dengan atlet top dunia tanpa harus menanggung biaya besar untuk bertanding di luar negeri.
Selain meningkatkan kualitas kompetisi domestik, ajang ini diharapkan mampu menjadi panggung pencarian bibit unggul yang akan dibina lebih lanjut menuju panggung internasional.
Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menyusun sistem pembinaan atlet berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
“Event ini bukan hanya pertandingan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan olahraga Indonesia,” tegas Krisna Bayu.
Lebih dari sekadar kejuaraan olahraga, Youth and Junior World Sambo Championships 2025 juga menjadi sarana promosi Indonesia sebagai destinasi sport tourism yang kompetitif di kawasan Asia dan dunia.
Ribuan delegasi dari 60 negara, termasuk atlet, pelatih, ofisial, dan pendukung, akan datang dan berinteraksi langsung dengan budaya, pariwisata, serta keramahtamahan Indonesia.
PERSAMBI menyadari bahwa keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan dunia ini membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga olahraga, sponsor, media, serta masyarakat umum dinilai krusial untuk menjadikan ajang ini sukses dan bermakna.


