“Kami berkomitmen menjadikan 2026 sebagai Tahun Paten Indonesia untuk mendorong budaya inovasi dan komersialisasi riset. Kolaborasi dengan WIPO diharapkan mempercepat terwujudnya ekosistem KI yang produktif dan berorientasi manfaat ekonomi,” kata Hermansyah.
Menanggapi hal tersebut, Daren Tang menyampaikan apresiasi atas konsistensi Indonesia dalam memperkuat sistem KI nasional dan regional. Ia menilai Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan inovasi dan ekonomi berbasis pengetahuan di Asia Tenggara.
“Indonesia merupakan mitra penting WIPO dalam mendorong inovasi dan ekonomi berbasis pengetahuan di kawasan,” ujar Tang.
Ia juga menyoroti kerja sama WIPO dengan BRIN dalam peningkatan kesadaran dan komersialisasi paten, termasuk penguatan Sentra KI agar mampu menghasilkan nilai ekonomi dari riset serta berfungsi sebagai pusat alih teknologi.
Selain itu, WIPO menyatakan kesiapan mendukung langkah Indonesia di bidang desain industri dan partisipasi dalam sistem internasional, seiring meningkatnya potensi produk kreatif nasional termasuk batik dan fesyen untuk menembus pasar global.
Pertemuan bilateral ini menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis WIPO dalam diplomasi kekayaan intelektual global, sekaligus memperkuat komitmen bersama menjadikan KI sebagai salah satu pilar pembangunan berkelanjutan.


