Kemenangan tersebut tidak hanya menghadirkan trofi, tetapi juga memutus dahaga panjang selama 32 tahun.
Indonesia terakhir kali meraih medali emas SEA Games pada 1991 di Manila di bawah asuhan pelatih asal Rusia, Anatoli Polosin.
Keberhasilan Indra Sjafri kala itu disambut meriah publik sepak bola Tanah Air dan menjadi salah satu pencapaian bersejarah.
Dengan keberhasilan tersebut, Indra menyamai rekor Bertje Matulapewa, pelatih pertama yang mempersembahkan medali emas SEA Games untuk Indonesia pada 1987.
Hingga kini, Indra telah mengoleksi dua gelar SEA Games bersama Timnas U-22 serta satu gelar bersama Timnas U-19. Catatan itu menjadikannya pelatih lokal tersukses dari sisi prestasi.
Indra Sjafri dikenal sebagai pelatih yang konsisten dalam mengembangkan bakat pemain muda.
Pada 2013, ia mempersembahkan gelar juara Piala AFF U-19 setelah mengalahkan Vietnam lewat adu penalti dramatis.
Keberhasilan itu melahirkan generasi emas yang kini banyak menghuni timnas senior, termasuk Evan Dimas dan Hansamu Yama.
Kiprahnya berlanjut pada 2019 ketika ia kembali dipercaya menangani Timnas U-22 dan sukses mempersembahkan medali emas di SEA Games Filipina.
Dua tahun kemudian, ia juga sempat dipercaya menangani Timnas U-23 meski hasilnya belum maksimal.
Namun, kepercayaan publik dan federasi tidak pernah pudar berkat konsistensi kinerjanya.
SEA Games 2025 di Thailand diprediksi bakal menjadi ajang yang penuh tantangan. Sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk tuan rumah Thailand, Vietnam, dan Malaysia, tengah serius mempersiapkan skuad muda mereka.


