
Bagi Edy Khemod, cerita tersebut memiliki kedekatan personal. Ide film lahir dari pengalaman nyata yang pernah dialaminya di lingkungan konser musik bersama band Seringai. Dari sana, ia melihat bahwa fenomena pencopetan di konser bukan sekadar persoalan kriminalitas, melainkan juga berkaitan dengan kondisi sosial yang lebih kompleks.
Di sisi lain, film ini menjadi tantangan baru bagi Iqbaal Ramadhan. Tak hanya tampil dengan karakter yang jauh berbeda dari peran-peran sebelumnya, ia juga terlibat sebagai produser kreatif. Pengalaman tersebut memberinya ruang untuk mengeksplorasi dunia perfilman dari sudut pandang yang lebih luas.
Transformasi penampilannya bahkan begitu meyakinkan hingga sempat menimbulkan kejadian lucu saat proses syuting berlangsung di area Pestapora. Iqbaal mengaku sempat dihentikan petugas keamanan yang tidak menyadari dirinya merupakan bagian dari produksi film.
Melalui Operasi Pesta Copet, Imajinari tampaknya tidak sekadar menawarkan hiburan tentang aksi pencopet di tengah konser musik. Film ini berupaya menghadirkan potret manusia-manusia yang hidup di pinggiran gemerlap perayaan, sekaligus mengajak penonton merenungkan berbagai persoalan sosial yang sering tersembunyi di balik keramaian.
Dengan perpaduan dunia musik, drama kehidupan, dan komedi yang segar, Operasi Pesta Copet berpotensi menjadi salah satu film Indonesia yang paling menarik perhatian pada paruh kedua 2026.


