Upaya diplomasi juga diperkuat oleh Santo Darmosumarto, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, yang menegaskan pentingnya komunikasi berkelanjutan dengan otoritas Iran demi menjamin keselamatan pelayaran.
Dari pihak Teheran, Abbas Araghchi selaku Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa negaranya memberikan izin bagi kapal-kapal dari “negara sahabat” untuk melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini membuka ruang bagi Indonesia untuk memperoleh akses aman, di tengah pembatasan yang masih diberlakukan terhadap kapal dari negara tertentu.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, yang menjadi lintasan utama distribusi minyak global. Berdasarkan data pelacakan kapal real-time, ribuan kapal sempat tertahan di kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir, mencerminkan tingginya tensi dan kompleksitas situasi di lapangan.
Di tengah kondisi tersebut, respons positif dari Iran menjadi angin segar bagi Indonesia. Namun, proses menuju kepastian masih memerlukan kehati-hatian, mengingat Selat Hormuz tetap menjadi kawasan yang sensitif secara geopolitik dan strategis bagi kepentingan energi dunia.


