Pelatih berusia 49 tahun itu juga menyinggung kejutan yang dihadirkan Indonesia sepanjang turnamen. Menurutnya, keberhasilan tuan rumah melaju ke final menunjukkan bahwa futsal adalah olahraga yang tidak bisa diprediksi hanya berdasarkan statistik atau reputasi.
“Banyak yang memprediksi semifinal akan berjalan berbeda. Tapi itulah keindahan futsal. Tim yang lebih siap dan lebih berani bisa menang,” ujarnya.
Iran dikenal sebagai kekuatan dominan futsal Asia dengan koleksi gelar terbanyak sepanjang sejarah Piala Asia Futsal.
Kombinasi teknik individu tinggi, fisik kuat, serta pengalaman bertanding di level tertinggi membuat Iran selalu menjadi favorit di setiap edisi turnamen.
Namun, Vahid menegaskan bahwa keunggulan di atas kertas tidak akan berarti tanpa kerja keras di lapangan.
“Kami tahu Indonesia adalah tim yang berkembang sangat cepat. Mereka bermain di kandang sendiri dan memiliki dukungan penuh suporter. Itu membuat pertandingan ini menjadi tantangan yang menarik,” kata Vahid.
Dari sisi pemain, kepercayaan diri juga ditunjukkan oleh pilar Timnas Futsal Iran, Mohammad Hossein Derakhshani. Ia menyebut bahwa tekanan bukanlah hal baru bagi skuad Iran, karena setiap laga selalu dijalani dengan target juara.
“Ini adalah mentalitas orang Iran. Kami selalu datang ke turnamen untuk menjadi juara. Bagi kami, lima pertandingan terakhir yang sudah kami jalani juga adalah final. Dan besok adalah final berikutnya,” ujar Derakhshani.
Derakhshani menegaskan bahwa timnya akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk membawa pulang trofi Piala Asia Futsal 2026.


