
Militer Israel menyatakan serangan tersebut bertujuan menghilangkan ancaman rudal terhadap Israel.
Dalam gelombang serangan lain di wilayah Iran tengah dan barat, puluhan peluncur rudal balistik dan sistem pertahanan udara Iran dilaporkan hancur. Beberapa peluncur disebut sudah dalam kondisi siap digunakan untuk menyerang Israel ketika dihantam serangan.
IAF juga menghancurkan sistem pertahanan udara dan deteksi di Mehrabad Airport di Teheran.
Sejak konflik dimulai, militer Israel mencatat setidaknya 11 gelombang serangan telah dilancarkan di Teheran, termasuk dua di antaranya terjadi pada Rabu.
Militer Israel juga mengungkap pembagian tugas dengan militer Amerika Serikat selama kampanye militer tersebut.
Secara geografis, Angkatan Udara Israel fokus menyerang peluncur rudal balistik dan target militer di wilayah Iran barat dan tengah—lokasi yang sering digunakan Iran untuk meluncurkan rudal jarak jauh ke Israel.

Sementara itu, militer AS menargetkan peluncur rudal di wilayah selatan Iran yang sebelumnya digunakan untuk menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Dalam hal jenis target, AS juga mengambil tanggung jawab untuk menyerang seluruh armada laut Iran.
Di sisi lain, Israel memusatkan serangan pada target strategis seperti fasilitas pemerintahan di Teheran.
Operasi ini juga sangat bergantung pada kemampuan pengisian bahan bakar di udara milik AS. Militer AS memiliki armada pesawat tanker sekitar 10 kali lebih besar dibandingkan Israel, dan puluhan pesawat tanker tersebut kini ditempatkan di Israel selama konflik berlangsung.
Pejabat militer Israel menyebut konflik ini sebagai perang gabungan skala penuh pertama antara Israel dan Amerika Serikat, setelah berbulan-bulan melakukan perencanaan bersama.
Lebih dari 1.000 tentara Amerika saat ini ditempatkan di Israel untuk mendukung operasi tersebut.
Kepala Staf IDF, Eyal Zamir, dilaporkan melakukan komunikasi harian dengan komandan United States Central Command (CENTCOM), Brad Cooper.
Beberapa pejabat Israel juga menilai negara-negara Teluk yang turut menjadi sasaran serangan Iran kemungkinan akan ikut bergabung dalam operasi militer secara ofensif.
Sejauh ini, negara-negara Teluk lebih banyak berperan dalam pertahanan dengan menembak jatuh rudal balistik dan drone Iran yang mengarah ke wilayah mereka.
Sementara itu, Kepala Angkatan Udara Israel, Tomer Bar, mengungkapkan pasukan khusus Israel juga menjalankan operasi “luar biasa” selama konflik berlangsung.
Namun, ia tidak merinci jenis operasi maupun lokasi pelaksanaannya.


