YOGYAKARTA,TERMINALNEWS.CO — Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market kembali mencuri perhatian dunia perfilman regional. Memasuki tahun keduanya, ajang ini resmi dibuka di Jogja Expo Center dan langsung mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf).
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, yang hadir memberikan keynote speech, menegaskan bahwa JAFF Market kini bukan hanya titik temu antar-pelaku industri, tetapi telah berevolusi menjadi “ruang strategis untuk mempercepat adaptasi kekayaan intelektual (IP) lokal ke medium film maupun serial.”
Pusat Kolaborasi IP dan Industri Film
Tahun ini, JAFF Market menghadirkan enam program utama:
JAFF Future Project, Content Market, Talent Day, Film & Market Conference, Market Screening, dan Film Lab. Keseluruhan program dirancang untuk mempertemukan kreator, produser, hingga investor dalam satu ekosistem yang mendorong komersialisasi karya ke pasar internasional.
Kemenekraf juga membawa 10 IP terkurasi untuk ditampilkan di program Content Market. IP tersebut meliputi: Amurva, Elang Hitam, Glommy Sunday, Jemawa Yanti, Journal Of Terror, Meng, Sangkakala di Langit Andalusia, Tabi, The Summoning, dan World Without Sleep.
IP-IP ini dianggap memiliki potensi kuat untuk dikembangkan ke dalam format audiovisual berskala global.

Kerja Sama Baru: Dua IP Melangkah ke Tahap Produksi
Dua IP lokal diumumkan mendapatkan mitra internasional:
Tikam Samurai bekerja sama dengan BushiBros
Locust menjalin kemitraan dengan LMN VFX


