“Platform ini dirancang agar memudahkan publik berpartisipasi aktif sesuai minat dan waktu yang dimiliki. Selain itu, informasi terkini seputar festival juga dapat diikuti melalui media sosial resmi di Instagram dan TikTok: @jakartafuturefestival,” jelasnya.
Deputy Director Karsa City Lab, William Reynold, menjelaskan Jakarta Future Festival 2025 hadir untuk merespons tiga momentum strategis: (1) Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jakarta 2025–2030, (2) Jakarta menuju usia 500 tahun, dan (3) penyusunan rencana Jakarta sebagai salah satu dari 20 Global Cities di dunia.
“Ini bukan sekadar festival, tapi bentuk komitmen Jakarta membangun ruang diskusi publik yang hidup dan inklusif. Kami mengangkat tema Collaborate to Elevate sebagai ajakan terbuka untuk seluruh pihak memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan kota,” kata William.
Ia mengatakan, festival ini mengusung empat pesan utama yakni, relevan bagi seluruh kalangan, kolaboratif melalui diskusi lintas disiplin, inklusif karena melibatkan unsur kota dari berbagai latar belakang, dan global, menggambarkan cita-cita Jakarta menjadi kota berkelas dunia.
Ia merinci, festival akan menghadirkan enam jenis aktivasi utama selama tiga hari pelaksanaan yakni, Talks and Discussions, Community Activations, Idea Exhibitions, Creative Installations, Creative Market, Entertainment Showcases.
Total akan ada lebih dari 300 kolaborator, 50 topik diskusi, 40 aktivasi komunitas, 203 narasumber, dan 11 pembicara internasional. Di antaranya, akan hadir pula Gubernur-gubernur Jakarta terdahulu seperti Sutiyoso, Fauzi Bowo, Basuki Tjahaja Purnama, dan Anies Baswedan, sebagai bentuk refleksi dan kontribusi lintas era untuk pembangunan kota.


