Atika menyampaikan, semangat inklusif menjadi inti dari penyelenggaraan Jakarta Future Festival 2025. Dijelaskannya, festival ini menjangkau seluruh elemen kota, memperkuat keterlibatan masyarakat dari berbagai latar sosial dan profesi, serta menegaskan pentingnya rasa kepemilikan terhadap arah pembangunan kota.
“Dengan mengangkat standar penyelenggaraan yang sejalan dengan isu-isu global, festival ini turut menyuarakan peran Jakarta di tingkat internasional sebagai kota yang visioner dan berorientasi masa depan,” katanya.
Ia menambahkan, festival ini bukanlah festival biasa. Pasalnya, seluruh ide atau gagasan dari berbagai elemen masyarakat yang terlibat akan ditampung dan diolah menjadi beberapa policy brief yang bakal menjadi masukan serta bahan pertimbangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengembangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jakarta 2025–2029 yang sedang berjalan.
“Dengan semangat Collaborate to Elevate!, Jakarta Future Festival 2025 diharapkan menjadi platform yang mampu menjembatani ide, aspirasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tangguh, inovatif, serta berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tandasnya.
Sekadar informasi, Jakarta Future Festival 2025 hadir dengan pendekatan yang lebih partisipatif, kolaboratif, serta inklusif. Berbeda dengan pelaksanaan tahun lalu di Lapangan Banteng yang lebih menitikberatkan pada sosialisasi dokumen perencanaan.


