“Mudah-mudahan acara seperti ini tetap bisa kita adakan untuk membuat Jakarta penuh warna, Jakarta penuh pilihan, dan Jakarta bisa apa saja selama itu memberikan kenyamanan dan kebaikan bagi warga Jakarta,” katanya.
Jakarta Future Festival 2026 menghadirkan beragam program yang dirancang untuk mendorong partisipasi publik. Rangkaian kegiatan meliputi Jakarta’s Forecast, Urban Talks, Urban Policy Lab, Urban Debate, Urban Study Case, pameran inovasi, hingga booth usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikurasi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (DPPKUKM) DKI Jakarta.
Salah satu agenda utama festival adalah Jakarta’s Forecast: Jakarta 500 – Memory, Character, and the Future of a Global City. Forum ini mengajak peserta merefleksikan perjalanan panjang Jakarta, karakter kota yang terus berkembang, serta perannya dalam percaturan global menjelang usia ke-500 tahun.
Festival tersebut juga menghadirkan 19 profesor dari berbagai universitas internasional. Kehadiran para akademisi itu diharapkan dapat memperkaya perspektif mengenai pembangunan perkotaan, ketahanan kota, inovasi kebijakan publik, dan berbagai tantangan masa depan yang perlu diantisipasi bersama.
JFF 2026 berlangsung hingga 7 Juni 2026 dan melibatkan beragam pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi, dunia usaha, komunitas, organisasi nonpemerintah, hingga masyarakat umum. Melalui forum ini, Jakarta berupaya membangun budaya kolaborasi yang lebih kuat dalam merumuskan kebijakan pembangunan.


