Menurut Pramono, sejumlah indikator menunjukkan kemajuan Jakarta dalam memperkuat posisinya di tingkat global. Jakarta tercatat mengalami peningkatan peringkat dalam Indeks Kota Global, dari posisi ke-74 menjadi ke-71. Selain itu, Jakarta juga memperoleh pengakuan sebagai salah satu kota teraman dengan sistem transportasi terbaik kedua di kawasan ASEAN.
Berbagai capaian tersebut, kata dia, tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi yang terjalin dengan banyak negara dan lembaga internasional. Kerja sama itu diwujudkan melalui pengembangan proyek strategis seperti MRT Jakarta Fase 2A, pengembangan LRT, elektrifikasi armada bus, pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD), hingga penguatan sistem pengelolaan sampah dan sumber daya air.
“Transformasi ini tidak hanya membentuk masa depan Jakarta, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi kerja sama dan kemitraan internasional,” kata Pramono.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh negara sahabat dan mitra pembangunan yang selama ini mendukung berbagai program pembangunan Jakarta.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan pentingnya memperkuat hubungan internasional sebagai bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali sejumlah kerja sama sister city yang selama ini belum berjalan optimal.
Menurut Rano, konektivitas menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Jakarta di panggung internasional. Karena itu, pengembangan sistem transportasi dan kawasan perkotaan akan terus menjadi fokus pemerintah daerah.


