Ia berhasil mengalahkan lawan-lawan yang secara peringkat lebih diunggulkan, memperlihatkan kekuatan mental dan kemampuan teknik yang semakin matang.
Langkahnya baru terhenti di partai puncak ketika menghadapi Tiantosa Rakotomanga. Dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam 38 menit, Janice sempat memberikan perlawanan sengit, namun lawannya mampu menjaga ritme permainan hingga menutup laga dua set langsung.
Capaian ini melengkapi catatan positif Janice dalam beberapa pekan terakhir. Sebelum tampil di Sao Paulo, ia lebih dulu mencuri perhatian dengan lolos ke babak utama US Open 2025.
Tidak hanya itu, Janice bahkan berhasil menembus babak kedua turnamen Grand Slam tersebut sebelum dihentikan mantan juara US Open asal Inggris, Emma Raducanu.
Konsistensi yang diperlihatkan Janice dalam menghadapi petenis papan atas dunia memperlihatkan bahwa dirinya sudah berada di jalur yang tepat untuk menembus level elite tenis dunia.
Pencapaian Janice Tjen mendapat sorotan besar di Tanah Air. Sejak era Yayuk Basuki pada dekade 1990-an, tenis Indonesia jarang menempatkan wakilnya di level tertinggi kompetisi dunia.
Kini, kiprah Janice memberi harapan baru bahwa Indonesia kembali bisa memiliki petenis yang berkompetisi di pentas global.
Pengamat tenis nasional menilai pencapaian ini merupakan momentum penting bagi perkembangan olahraga tenis Indonesia.
“Apa yang dilakukan Janice harus menjadi inspirasi bagi generasi muda. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan pengalaman internasional, pemain Indonesia bisa bersaing di level WTA,” ujar seorang pelatih tenis nasional.


