Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi ini, perlu adanya peningkatan dukungan terhadap kewirausahaan. Saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia berada pada angka 3,35% dari total angkatan kerja, atau sekitar 4,9 juta wirausahawan.

Kementerian Perdagangan terus berkomitmen mendukung pengembangan kewirausahaan nasional, di mana waralaba menjadi salah satu pendorong utamanya. Lebih lanjut lagi, beliau menekankan bahwa pengembangan jaringan kewirausahaan menjadi salah satu faktor peningkatan perluasan pasar ekspor untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah global.
“Kami menyambut penyelenggaraan IFRA x ICE tahun ini, kegiatan ini sejalan dengan prioritas Kementerian Perdagangan. Kami mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan jaringan strategis ini dalam memasarkan produknya ke pasar internasional. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Hosted by Member by Organized by Kementerian Perdagangan dalam mendorong perluasan pasar ekspor, sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah global.” ujar Budi Santoso, Menteri Perdagangan Republik Indonesia.
Selanjutnya, Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar menambahkan “AFI ingin mendorong terutama usaha-usaha waralaba lokal. Hampir setiap negara seperti di USA, Australia, Singapore, atau Malaysia, 55% dari waralaba lokalnya merupakan bidang FnB. Kalau kita lihat di Indonesia itu berpeluang sekali, karena mulai dari Banda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Palembang, Sunda, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Makassar, ada lebih dari 10 jenis masakan Indonesia yang berciri khas, saya kira produk lokal inilah yang bisa kita kembangkan. Contoh lainnya di negara tetangga, seperti Singapore yang sedang mengembangkan perkampungan lisensi dan Hawkers Center Development, saya pikir Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama karena kita memiliki banyak UMKM yang bisa dikembangkan. Di Malaysia juga sedang mengembangkan program-program pertukangan, Indonesia juga bisa melakukannya untuk mendukung usaha-usaha lokal agar bisa dikembangkan, karena seperti yang kita tahu, di pedesaan kita banyak usaha-usaha self-employed, seperti tukang cukur, tukang sepatu, tukang soldir, tukang las, pedagang kue, perias pengantin, tukang jahit, dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan kita juga memiliki peluang yang cukup banyak. Saya ingin menghimbau kepada seluruh pengusaha untuk dapat menekuni bidang bidang yang bisa dikembangkan, dan terutama kembangkan usaha-usaha lokal demi Merah Putih.”


