Yang akhirnya, November 2019 dikontrak PSSI, sebagai pelatih nasional Indonesia yunior dan senior. Setelah sukses mengantarkan Indonesia U-23 ke semifinal ACF Cup U-23, kontraknya diperpanjang, sampai 2027 nanti.
Jejak Uzbekistan di Piala Asia, Februari lalu, masuk dalam Grup B, bersama Australia, Syria dan India, lolos ke babak 16 Besar menghadapi Thailand, 2 – 1.
Namun, terhenti di babak 8 Besar oleh tuan rumah Qatar, lewat adu penalti. Sedangkan, Indonesia, lolos ke 16 Besar, namun dihajar Australia, 0 – 4.
Di level young guns, Uzbekistan, dari catatan mBah Coco, menyimpan talenta-talenta muda. Dari Piala Asia senior ke yunior, tercatat ada delapan (8) pemain, yang sudah masuk level senior, yang kini menjadi skuad inti Uzbekistan U-23.
Mereka adalah, Mukhammadkodir Kholmatov (belakang), Diyor Kholmatov (tengah), Abduvohid Nematov (kiper), Khojimal Erkinov (tengah, Torpedo Moscow, 19 kali main senior, 3 gol), Abbosbek Fayzullaev (tengah, SCKA Moscow, 7 kali senior, 1 gol), Abdukodir Khusanov (belakang, Lens Perancis, 7 kali senior), dan Zafamurod Abdulakhmatov (belakang).
Dari skuad Uzbekistan U-23 kali ini, ada dua pemain pencetak dua (2) gol. Yaitu, Khusayin Norchaev, Alisher Odilov. Dan, yang satu (1), nyaris semua pemainnya, sudah merasakan mencetak gol.
Yaitu, Alibek Davronov, Khojimat Erkinov, Jasurbek Jaloliddinov, Ruslanbek Jiyanov, Mukhammadkodir Khamraliev, Diyor Kholmatov, Ulugbek Khoshimov, dan Umarali Rakhamonaliev
Dari Indonesia U-23, ada sebelas (11) pemain yang sudah masuk skuad tim senior. Namun, satu pemain yang tidak bisa memperkuat sampai ke semi final, mereka adalah Ernando Ari, Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, Witan Sulaeman, Rafael Struick, Pratama Arhan, Hokki Caraka, Ramadhan Sananta, Ivar Jenner, Justin Hubner. Beruntung, Elkan Baggott digantikan Nathan Tjoe-A-On di detik-detik terakhir.


