Karenanya, investasi yang terjalin diyakini dapat mengakselerasi potensi Studio Alam Film Gamplong menuju destinasi wisata berkualitas tanah air.
“Alhamdulillah kami mendapat dukungan dari Kemenparekraf dan bisa dikoneksikan dengan beberapa pihak investor. Harapannya kita bisa bekerja sama berkelanjutan, khususnya dengan warga Desa Gamplong,” kata Hanung.
Selain perjanjian kerja sama antara JTA International Investment Holding dengan Hanung Bramantyo, terdapat sejumlah kerja sama yang terjalin di dalam ITIF 2024. Berikut daftarnya:
– Nota kesepahaman kerja sama investasi penyediaan kelistrikkan wilayah otoritatif Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (Parapuar), Labuan Bajo senilai Rp18 miliar antara Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores dan PT. PLN (Persero) UIW NTT
– Perjanjian kerja sama investasi pengelolaan Taman Parapuar, Labuan Bajo senilai Rp20 miliar antara Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores dan PT. Eigerindo Multi Produk Industri.
Nota kesepahaman kerja sama investasi pemanfaatan aset Exotic Lake View Resort SR-08 Toba Caldera Resort, Danau Toba, senilai Rp60 miliar antara Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan PT. Agung Toba Nauli.
Nota kesepahaman kerja sama investasi pembangunan kereta gantung wisata di kawasan pariwisata terpadu Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, senilai Rp700 miliar antara PT. Kamara Citra Destinasi Indonesia sebagai perwakilan POMA, dan PT. Sari Bumi Mas (Sari Ater Group).
Menparekraf Sandiaga Uno usai menyaksikan penandatanganan kerja sama, mengungkapkan rasa senangnya.


