Menurut Irene, potensi program tersebut akan semakin besar apabila melibatkan lebih banyak subsektor ekonomi kreatif, mulai dari seni rupa, kriya, hingga kreator lokal dari berbagai daerah. Kolaborasi lintas subsektor dinilai menjadi kunci untuk memperluas dampak ekonomi kreatif sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih inklusif bagi publik.
Arief Susanto menjelaskan, konsep Rasi Creativity dirancang untuk menghadirkan pengalaman kreatif yang dekat dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui pendekatan yang lebih interaktif.
“Melalui proyek ini kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya menjadi tempat menikmati karya, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk ikut terlibat dan berinteraksi. Kami berharap ruang kreatif ini menjadi titik temu antara seniman, kreator, dan publik,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut merupakan kelanjutan dari proyek kreatif Dus Duk Duk dan Erika Richardo pada 2025 yang menghadirkan instalasi pesawat terbang berbahan kardus skala 1:10 bertema Indonesia dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI. Karya itu mendapat perhatian luas masyarakat dan tercatat dalam Museum Rekor Indonesia.
Kini, semangat yang sama diteruskan melalui instalasi kapal pinisi yang mengangkat identitas maritim Nusantara. Dengan pendekatan yang lebih partisipatif, proyek ini diharapkan mampu memperkuat apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia sekaligus menghadirkan ruang ekspresi kreatif yang relevan bagi generasi muda.


