Uniknya, Adhisty Zara ternyata tidak sendirian dalam menghadapi debut sinetronnya ini. Banyak kru di balik layar, termasuk sutradara serta penulis naskah yang juga menggarap sinetron untuk pertama kalinya. Hal ini menimbulkan suasana kerja yang sama-sama penuh semangat dan rasa ingin belajar.
“Rasanya seru ya, mulai syuting sinetron pertama kali itu bareng-bareng sama banyak orang,” tambah Zara antusias. Harmonisasi dalam tim produksi turut memperkaya pengalaman pertamanya di genre ini.
Sinetron “Beri Cinta Waktu” berkisah tentang Adila, seorang gadis yang menjadi tulang punggung keluarga dan bekerja sebagai sekretaris. Syuting yang melibatkan chemistry yang kuat antara Adhisty Zara dengan rekan-rekan mainnya, yaitu Yesaya Abraham sebagai Trian dan Rayn Wijaya yang memerankan sosok dokter bernama Rama, langsung menyita perhatian penonton.
Cerita berkembang dengan konflik cinta segitiga yang melibatkan Adila, Trian yang sifatnya tengil, dan Rama yang memiliki hubungan misterius dengan masa lalu Adila. Alur romantis sekaligus konflik drama yang terbangun cukup kuat menjadi daya tarik utama sinetron ini, serta menjadi alasan mengapa para penikmat sinetron merasa terpikat.


