Gubernur Ichimi Katsuyuki menyambut baik rencana kolaborasi lebih luas melalui skema kerja sama antar daerah dan pertukaran tenaga ahli.
“Kami terbuka untuk mendukung berbagai program peningkatan kapasitas SDM kesehatan Indonesia. Kami yakin kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi kedua negara,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi, Kemenkes juga bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) melalui proyek Enhancement of Caregiver Competency yang fokus pada penguatan keahlian lulusan Poltekkes di bidang keperawatan geriatri dan perawatan jangka panjang.
Selain itu, kolaborasi dengan Sapporo Cardiovascular Centre memberikan peluang fellowship tahunan bagi dokter spesialis kardiologi intervensi, dengan kuota empat peserta per tahun.
Kemenkes menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Jepang, khususnya Prefektur Mie. Ke depan, Kemenkes berharap kerja sama dapat diperluas dalam pengembangan fakultas keperawatan, teknologi laboratorium medis, dan kesehatan lingkungan di Poltekkes Kemenkes; pendirian pusat penelitian klinis dan terapan di Indonesia; serta fasilitasi program fellowship medis langsung, terutama di bidang intervensi kardiologi dan neurologi.
Kerja sama Indonesia–Jepang ini tidak hanya mencerminkan hubungan bilateral yang solid, tetapi juga menjadi investasi strategis untuk mencetak tenaga kesehatan unggul, baik untuk memenuhi kebutuhan nasional maupun global.


