“Kami ingin memastikan kebutuhan pupuk terpenuhi, khususnya di kawasan transmigrasi. Selain itu, koperasi pemasaran juga perlu dibangun untuk mendukung pemasaran hasil pertanian,” tutur Budi.
Dukungan Pembiayaan dan Pemasaran
Kemenkop melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) siap memberikan pembiayaan bagi koperasi di kawasan transmigrasi.
“LPDB bisa mendukung modal kerja koperasi, termasuk kredit usaha tani. Dengan kepemilikan lahan yang jelas, koperasi dapat menjadi mitra strategis untuk petani,” jelas Budi.

Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanegara, menekankan pentingnya koperasi sebagai offtaker hasil pertanian.
“Banyak petani transmigrasi kesulitan memasarkan produk mereka. Kehadiran koperasi dapat menyerap hasil panen sehingga petani tidak rugi saat panen raya,” jelasnya.
Sinergi Antar-Kementerian
Rencana kolaborasi antara Kemenkop dan KemenTrans juga bertujuan menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat di kawasan transmigrasi.
Dalam audiensi di kantor Kemenkop, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, dan Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo turut hadir untuk membahas langkah strategis tersebut.
“Dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, kami berharap sinergi ini bisa segera terealisasi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi secara signifikan,” tutur Iftitah.


