Dia berharap, pasar ini menjadi etalase produk unggulan Parigi Moutong, khususnya durian yang merupakan komoditas unggulan dengan produksi mencapai ratusan ribu ton per tahun.

Selain sebagai pusat transaksi ekonomi, pasar tematik ini juga diharapkan menjadi tempat bertemunya para aktivis dan pelaku pertanian untuk bertukar ilmu, jaringan, dan informasi guna meningkatkan produktivitas dan nilai jual produk lokal.
Farida mengingatkan agar pengelolaan pasar dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel demi kemanfaatan bersama masyarakat.
“Pasar ini dititipkan kepada pengelola bukan untuk dimiliki, tetapi untuk dikelola demi kesejahteraan masyarakat Parigi Moutong,” jelasnya.
Lebih lanjut, Farida menjelaskan pentingnya keterhubungan produk pasar tematik dengan program MBG (Makan Berisi Gratis) yang menyediakan makanan bergizi bagi pelajar dan lansia.
“Hal ini sekaligus menjadi upaya menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan petani dan pelaku UMKM di desa,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase mengapresiasi pembangunan Pasar Tematik di Parigi Moutong yang merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menciptakan ruang ekonomi yang modern, tertata, dan kreatif.
“Pasar ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan pemberdayaan UMKM yang berorientasi pada kualitas, keberlanjutan, serta peningkatan daya saing produk lokal,” ujarnya.


