Untuk itu koperasi harus siap melakukan transformasi bisnis dengan memanfaatkan teknologi.
“Urgensinya adalah agar koperasi semakin diperkuat dari aspek tata kelola koperasi agar lebih baik sehingga berdampak signifikan bagi pengembangan koperasi. Untuk itu kita perlu bicara terkait dengan aspek digitalisasi untuk mendukung tata kelola koperasi yang baik,” kata Ruli.
Ruli juga mengapresiasi upaya dari Dinas PPKUKM DKI Jakarta yang mulai melibatkan anak-anak muda khususnya dari kalangan pelajar di Wilayah Jakarta dalam setiap kegiatan yang dilakukan.
Hal ini menjadi pintu masuk yang sangat baik untuk mengenalkan koperasi di kalangan pelajar.
Menurutnya, pengembangan koperasi di masa depan sangat tergantung dari tingkat literasi yang baik dari anak-anak muda.
Dengan melibatkan semakin banyak anak muda di dalam kegiatan terkait dengan pengembangan koperasi diharapkan akan menarik minat mereka untuk berkoperasi.
“Keterlibatan anak muda sangat diperlukan karena komposisi penduduk kita dimasa depan didominasi oleh anak muda. Untuk itu melalui digitalisasi koperadi kita harap anak muda semakin tertarik untuk berkoperasi dan terjun langsung memajukan koperasi terutama di sektor pangan,” jelas Ruli.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPMUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menjelaskan kegiatan COIN 2024 menjadi agenda rutin yang digelar untuk mendukung pengembangan koperasi di kota metropolitan khususnya dalam hal pemasaran produknya.


