Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa Luxury Business Gathering menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pembeli potensial dengan pelaku industri yang menawarkan produk wisata premium hasil kurasi Kementerian Pariwisata.
Menurutnya, pasar luxury tourism terus berkembang dan membutuhkan produk wisata yang tidak hanya eksklusif, tetapi juga mampu memberikan pengalaman berkualitas tinggi bagi wisatawan.
Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menghadirkan 10 pelaku industri premium (sellers) dan sekitar 25 calon pembeli (buyers) potensial.
Melalui sistem rotasi meja dan diskusi yang lebih intensif, para peserta memperoleh kesempatan membangun komunikasi bisnis yang lebih efektif dan terarah. Erwita berharap model pertemuan seperti ini dapat melahirkan kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar forum bisnis, kegiatan ini juga menjadi proyek percontohan Kementerian Pariwisata dalam membangun ekosistem pariwisata premium domestik yang kuat, terintegrasi, dan mampu bersaing di tingkat global.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pasar diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata premium kelas dunia. Dengan semakin banyaknya produk wisata berkualitas yang tersedia, pergerakan wisatawan di dalam negeri diyakini akan meningkat sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan destinasi wisata di berbagai daerah.|Sumber Kemenpar RI


