Dalam kesempatan itu, Fadli juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk pengelolaan aset budaya nasional. Saat ini, Kementerian Kebudayaan tengah melakukan verifikasi dan digitalisasi berbagai koleksi serta aset budaya, termasuk koleksi museum di tingkat nasional maupun daerah.
Kerja sama dengan BRIN dinilai penting untuk memperkuat penelitian kebudayaan, termasuk penelitian yang mengungkap temuan lukisan gua tertua di dunia di Indonesia yang diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun.
Selain itu, sinergi dengan Kementerian Kehutanan juga dianggap krusial karena banyak situs arkeologi dan gua prasejarah berada di kawasan hutan. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat penelitian, perlindungan, dan pelestarian situs-situs bersejarah tersebut.
Pemajuan kebudayaan, lanjut Fadli, juga harus terhubung dengan penguatan ekonomi budaya dan industri kreatif. Hal ini dapat dilakukan melalui revitalisasi bangunan bersejarah agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas budaya sekaligus mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa kolaborasi antarlembaga penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, dukungan teknologi dan platform digital dapat membuka peluang lebih luas bagi karya anak bangsa untuk dikenal dan diapresiasi, baik di tingkat nasional maupun global.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memandang hutan bukan hanya sebagai bentang alam, tetapi juga bentang budaya. Ia menyoroti peran masyarakat adat yang menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.


