Di posisi kedua klasemen sementara, muncul wajah baru yang mencuri perhatian, yakni pegolf amatir asal Thailand Prim Prachanakorn. Prim mencatatkan skor 66 pukulan pada putaran kedua dan mengoleksi total 135 pukulan (9-di bawah-par).
Juara Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2025 itu berpeluang besar merebut gelar low amateur apabila mampu mempertahankan performanya hingga putaran akhir.
Sementara itu, dua pegolf Indonesia masih menjaga peluang dalam kategori masing-masing. Kristina Natalia Yoko menjadi wakil terbaik profesional Indonesia dengan total skor 138 pukulan (6-di bawah-par) setelah mencatatkan 70 pukulan di putaran kedua.
Meski tertinggal empat pukulan dari pemimpin klasemen, Yoko tetap optimistis menghadapi putaran penentuan.
“Tekanan pasti ada, tapi saya bersyukur masih bisa merasakan tekanan ini. Itu juga sebuah privilege. Kita lihat hasilnya besok,” ujar Yoko, yang sementara berada di posisi T9.
Dari sektor amatir Indonesia, Sania Talitha Wahyudi masih menunjukkan performa konsisten. Atlet tim nasional Indonesia tersebut mengoleksi total 139 pukulan (5-di bawah-par) dan menempati posisi kompetitif dalam perebutan gelar low amateur. Sania hanya terpaut empat pukulan dari Prim Prachanakorn.
Turnamen ini menetapkan 65 pegolf yang berhak melaju ke putaran final pada Minggu (1/2). Batas cut ditetapkan pada total skor 146 pukulan (2-di atas-par). Dari jumlah tersebut, lima pegolf Indonesia berhasil lolos, menjadi pencapaian terbaik sepanjang penyelenggaraan Indonesia Women’s Open.


