“Saya mengajak seluruh pengusaha UMKM yang terdampak bencana untuk memanfaatkan layanan ini sebaik-baiknya, tidak ragu berkonsultasi, terbuka terhadap pendampingan, dan berani bertransformasi,” katanya.
Ia menambahkan, peran pemerintah tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra yang berjalan bersama pengusaha UMKM dalam proses pemulihan dan pertumbuhan.
“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. UMKM adalah denyut nadi perekonomian daerah, sumber penghidupan keluarga, sekaligus pilar ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Klinik UMKM Bangkit di daerah yang dikenal memiliki tradisi kewirausahaan yang kuat.

“Melalui Klinik UMKM Bangkit, kami ingin memastikan pengusaha UMKM yang terdampak bencana tidak hanya pulih ke kondisi semula, tetapi juga naik kelas. Semangat berdagang, berusaha, dan merantau telah mengakar dalam jati diri masyarakat Minangkabau,” ujarnya.
Usai meresmikan Klinik UMKM Bangkit, Wamen Helvi beserta jajaran Kementerian UMKM dan Pemprov Sumbar mengunjungi kawasan terdampak di Kabupaten Agam untuk memberikan bantuan berupa paket sarana produksi dan bahan baku usaha kuliner, hingga program trauma healing yang merupakan hasil kolaborasi dengan para stakeholder seperti BRI, United Tractors, Grab Indonesia, Eka Tjipta Foundation, Telkom Witel Sumbar-Jambi, PLN Nusantara Power, Goto Gojek Tokopedia, PNM Sumbar, Pegadaian, BSI, Bank Indonesia, Semen Indonesia Group, Semen Padang, Distributor Semen Padang, PIP, dan HIMPSI.


