Tidak kalah penting, membela demokrasi, kebebasan berekspresi dan berpendapat, hak-hak pekerja, dan mempromosikan hak atas lingkungan yang aman, bersih, sehat dan lestari serta memberi perlindungan kepada para pembela HAM dalam menjalankan tugasnya terkait kemanusiaan.
Atnike juga berharap peringatan Hari HAM Sedunia saat ini menjadi titik balik bagi semua pihak untuk lebih serius dalam memperkuat perlindungan HAM, baik melalui kebijakan, program pembangunan, maupun regulasi.
Semua elemen masyarakat diajak untuk berkontribusi dalam menciptakan Indonesia yang lebih inklusif dan berkeadilan.
“Semoga peringatan Hari HAM tahun ini menjadi momen refleksi bagi kita semua. Bersama, mari kita wujudkan nilai-nilai kemanusiaan yang membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia,” tutur Atnike.

Rangkaian kegiatan peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) 2024 diselenggarakan dalam sepekan (Human Rights Week 2024) mulai tanggal 3-10 Desember 2024.
Dimulai dengan berbagai aktivitas pra-Hari HAM, seperti Seruan Puisi untuk Kemanusiaan.
Sepanjang pekan tersebut, berbagai kegiatan diskusi dengan berbagai tema dilakukan antara lain Dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) terhadap Hak Asasi Manusia, Mendorong Penyusunan Road Map.
Pencegahan dan Penanganan TPPO Berbasis HAM”, Peta Jalan Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM, diskusi Standar Norma dan Pengaturan (SNP) Hak Atas Pekerjaan yang Layak, Diskusi Kaum Muda terkait Gender dan Hak Asasi Manusia, serta Learning Exchange terkait dengan HAM dan Hukum Humaniter Internasional dengan TNI dan Armed Forces of Philippines.


