Indonesia memiliki potensi besar melalui bonus demografi yang dapat diberdayakan dengan dukungan dana zakat dan wakaf. Nasaruddin menegaskan bahwa melalui program-program Kemenag, generasi muda bisa didukung dalam pendidikan dan keterampilan yang akan membantu pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Saat ini, Kemenag mengimplementasikan empat program utama, yaitu Kampung Zakat, KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat, Inkubasi Wakaf Produktif, dan Kota Wakaf. Program ini menitikberatkan pada zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat, bukan sekadar ritual ibadah.
Gerakan Indonesia Berwakaf untuk Kesejahteraan Bersama
Ketua BWI, Kamaruddin Amin, memperkenalkan Gerakan Indonesia Berwakaf sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan potensi aset wakaf nasional. “Indonesia memiliki 445.410 lokasi tanah wakaf, termasuk madrasah, kantor KUA, masjid, dan musala,” ujar Kamaruddin.
Gerakan ini akan fokus pada pengembangan sektor pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan, seperti pendirian rumah sakit, beasiswa pendidikan, serta inisiatif wakaf hijau.
Kamaruddin juga mengajak negara-negara lain dan organisasi internasional untuk bersinergi dalam mengoptimalkan dampak wakaf secara global. Dengan teknologi digital, pengelolaan aset wakaf dapat dilakukan secara transparan dan berkelanjutan.
Inovasi Zakat dan Wakaf di Era Modern
Dalam WZWF 2024, inovasi pengelolaan zakat dan wakaf, seperti wakaf korporasi dan wakaf saham, didorong untuk tetap relevan di dunia modern.


