Achmad Faruk dkk diluar dugaan dipermalukan tim tuan rumah Kalsel dengan skor telak 0-4, melalui gol-gol Heryadi, Adrian Abi, Suhendar dan Robi Sudirman.
“Mohon maaf kami gagal memenuhi harapan,” ujar Achmad Faruk seusai pertandingan.
Tim Futsal Siwo PWI Jaya sebenarnya sangat diperhitungkan, karena reputasi tim sepak bolanya selama ini di Porwanas.
Apalagi, Faruk dkk sebelumnya tampil mengesankan dengan memukul Sumut 2-0 dan Kalteng 4-1 untuk menjuarai penyisihan Grup A.
Sebaliknya, justru Kalsel yang tampil buruk di babak penyisihannya, menyerah 0-2 dan 1-3 pada Lampung.
Peluang merebut medali masih terbuka dari cabor catut.
Kuartet Hari Buhari, Ramses Manurung, Afriadi dan Gani di babak empat Kamis sore menggilas Bengkulu dengsn skor telak 4-0.
Namun, di babak kelima mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah Kalsel 1-3.
Dari cabor bulutangkis, masih ada peluang dari nomor perorangan yang mulai dimainkan Jumat (23/8).
Peluang untuk menuai prestasi dari nomor beregu sudah kandas setelah duet Siwo PWI Jaya menyerah 0-2 pada Jatim.
Di cabor tenis perorangan, dua ganda tim Siwo Jaya maju ke babak perempat final. Yakni, Agung/Puji di kategori usia 40 tahun ke atas dan duet Marthen Selamet Susanto/Daryadi.
Agung/Puji mengalahkan lawannya Syamsul/Nasrudin (NTB) dengan skro 8 -1.
Sementara, di kategori usia bawah 40 tahun duet Marthen/ Daryadi maju perempat final setelah mendapat bye.
Dari pentas domino yang dimainkan di Aula Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel, sepanjang Kamis digelar persaingan nomor Berdikari/ Perorangan Terbuka. Penerus Bonar yang menjadi wakil Siwo PWI Jaya harus terhenti di babak 16 besar.


