Melalui kegiatan ini, Kontra Narasi berharap para jurnalis mampu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di tengah pesatnya transformasi digital. Sandri menilai, jurnalis masa kini tidak cukup hanya menguasai kemampuan menulis, tetapi juga perlu memahami produksi konten lintas platform.
“Tren informasi sekarang bergerak kuat ke arah audiovisual. Karena itu, jurnalis perlu memiliki kemampuan tambahan sebagai kreator konten, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik,” ujarnya.
Dalam sesi pelatihan, peserta dibekali keterampilan produksi konten digital, mulai dari pengolahan audiovisual hingga strategi penyajian informasi di berbagai platform.
“Tujuannya meningkatkan kapasitas jurnalis agar mampu menjangkau audiens yang lebih luas dengan format yang relevan,” tandas Sandri.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai institusi, antara lain TVRI, Komisi Informasi Pusat, serta perwakilan Humas Polri. Para narasumber berbagi pengalaman dan perspektif seputar jurnalisme, keterbukaan informasi publik, serta tantangan komunikasi di era digital.
Kontra Narasi berharap kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas sekaligus refleksi bagi insan pers dalam menghadapi tantangan kebebasan pers dan transformasi media di tengah dinamika demokrasi saat ini.


