“Kami sangat bersyukur atas dukungan dari Koperasi BMT Al-Bahjah. Dana bergulir yang kami peroleh sangat membantu kami dalam meningkatkan produksi dan memperluas jaringan pemasaran. Saat ini, kami mampu menyerap tenaga kerja hingga 150 orang saat musim permintaan tinggi,” ujar Ma’sum.
Menurut Ma’sum, kebutuhan akan permodalan menjadi faktor penting dalam kelangsungan usahanya, sebab dalam produksi sumpia dan pastel udang, Ma’sum membutuhkan bahan baku mulai dari terigu, minyak goreng, abon udang, dan upah tenaga kerja yang tidak sedikit.
“Kalau bisa dari koperasi ditambahkan lagi modalnya, karena kami untuk produksi ini perlu modal yang cukup besar untuk bahan baku,” kata Ma’sum.
Ma’sum mengaku bersyukur dengan kehadiran koperasi dan dana bergulir dari LPDB-KUMKM, UMKM seperti usaha sumpia dan pastel udang miliknya dapat berkembang usahanya, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Alhamdulillah perkembangannya sangat baik, dari tahun ke tahun meningkat, dan untuk momen seperti akhir tahun dan libur Idulfitri pesanan pasti melonjak, dan disinilah dana bergulir dari koperasi mendukung usaha kami,” terangnya.
Ma’sum berharap ke depannya dapat terus menjalin kerja sama yang baik dengan koperasi dan mendapatkan dukungan yang lebih besar lagi.
Ia juga berencana untuk memperluas jaringan pemasaran produknya dan mengembangkan varian rasa baru.
“Kami ingin produk sumpia dan pastel udang khas Cirebon semakin dikenal dan menjadi oleh-oleh favorit wisatawan,” ungkapnya.


