Bayu menambahkan bahwa keikutsertaan Indonesia di ajang ini, meski dengan biaya mandiri, merupakan langkah strategis dalam diplomasi olahraga.
Ia menyebut, partisipasi aktif dalam ajang internasional menjadi bagian dari upaya menjalin komunikasi yang baik dengan federasi sambo dunia serta memperkuat eksistensi Indonesia di mata internasional.
“Diplomasi itu penting, apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah World Sambo Youth and Junior Championship 2025. Jadi kami memutuskan untuk tetap mengirim tim ke World Beach Sambo Games ini,” kata Bayu.
Ajang World Beach Sambo Games 2025 diikuti oleh lebih dari 40 negara dan menjadi salah satu kompetisi resmi yang diselenggarakan oleh Federasi Sambo Internasional (FIAS).
Kejuaraan ini mengusung format pertarungan sambo di atas pasir, yang menekankan kekuatan fisik, teknik grappling, dan ketahanan.
Keikutsertaan Indonesia di ajang ini juga menjadi pemanasan menjelang penyelenggaraan World Sambo Youth and Junior Championship 2025 yang akan digelar di JSI Resort, Megamendung, Ciawi, Bogor, Jawa Barat pada 1-6 Oktober 2025.
Kejuaraan dunia ini diperkirakan akan diikuti oleh lebih dari 60 negara dan menjadi ajang bergengsi bagi para atlet junior sambo dari seluruh dunia.
“Kami sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk menjadi tuan rumah yang baik. Salah satu langkah persiapan adalah dengan tetap aktif mengikuti turnamen-turnamen internasional seperti World Beach Sambo Games ini, agar federasi dunia dan negara peserta melihat keseriusan Indonesia,” tutur Bayu.


